apa itu peraturan?pengekangan kah?ato sebuah penghalang kah?ato sebuah alur untuk pencapaian kah?
ato peraturan itu ada untuk di langgar?masa iya?
nih sedikit copas dari sumber di internet kalo hukum ituuuu......
"Definisi hukum secara umum : himpunan peraturan yang dibuat oleh yang berwenang dengan tujuan untuk mengatur tata kehidupan bermasyarakat yang mempunyai ciri memerintah dan melarang serta mempunyai sifat memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukuman bagi yang melanggarnya.
Unsur-unsur yang terkandung dalam definisi hukum sebagai berikut :
1. peraturan dibuat oleh yang berwenang
2. tujuannya mengatur tata tertib kehidupan masyarakat
3. mempunyai ciri memerintah dan melarang
4. bersifat memaksa dan ditaati"
1. peraturan dibuat oleh yang berwenang
2. tujuannya mengatur tata tertib kehidupan masyarakat
3. mempunyai ciri memerintah dan melarang
4. bersifat memaksa dan ditaati"
hukum itu dibuat sebagai sebuah garis besar (rule) yang untuk dijalankan bersama-sama agar tercapainya sebuah target bersama.
yah kan adanya hukum itu sebenarnya bukan untuk sebagai pemberi sanksi jika melanggar, bukan untuk pengekangan bagi yang menjalankan, apalagi bukan untuk merampas hak kebebasan. sama sekali ga gitu koooo...
hukum itu kan dibuat biar apa yang kita lakuin itu jelas, ada jalurnya. kita bergerak nya jadi bareng-bareng, seragam,mau dibawa kemana arahnya jelas, bukan pake cara sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan bersama itu. dibalik sebuah hukum itu kan pasti ada tujuan kebaikan yang sangat jelas. ada makna,pesan moral atopun target pencapaian di balik sebuah hukum. mau itu hukum/peraturan yang berat atopun hukum/peraturan yang ecek-ecek sekalipun. bingung ga sih? contoh peraturan sederhana itu kaya:
a : "sebelum makan itu harus cuci tangan dulu ya"
b : "kenapa sih ko mesti cuci tangan"
c : "iya nih repot"
d: "udah kita cuci tangan dulu aja lah,simple ko"
e : "langsung aja ih makan,gausah cuci tangan"
nah tanggapannya beragam kan? padahal apa? tujuannya itu baik. kalo ga cuci tangan nanti sakit perutnya,nanti cacingan,nanti buncit perutnya,nanti jadi jelek deh kalo perutnya buncit #eh ngawur
coba kalo nurut,ikutin,ga akan kan sampe jadi perutnya sakit langsung cacingan dan jadi buncit lalu jadi jelek #eh
hukum itu seharusnya netral, buta, memaksa, tidak memihak suatu golongan dan kepentingan manapun.
kenapa buta?emangnya hukum bisa melihat? apa jadinya kalo hukum itu bisa melihat?
yaeyalaaah....hukum itu emang harus buta.kalo dia bisa melihat, nanti doi bisa milih-milih mana yang mesti di selesaikan sesuai hukum yang berlaku,ato ga perlu lah di tindak karena kan dia fisiknya cakep ato dia kan temen kita. kalo doi bisa ngomong mah:
"ah yang ini kan ganteng, dan kaya, jadi di tindak nya kaya gini ajalah, ga perlu yang kaya gini"
ato kaya gini:
"nah yang ini tuh orangnya jelek, bau, terus gue juga ga kenal ama ini orang,udahlah emang pantesnya ditindak kaya gitu dia mah"
nah looooh rempong kan.....
jadi,emang hukum itu harus buta. ga memandang siapa yang sedang menjalani hukum tersebut.
contoh yang lebih krusial:
dalam agama saya, islam. itu terdapat sebuah peraturan yang sangat istimewa, semuanya sudah tercatat dalam Al-quran secara SEMPURNA! di dalam Al-quran itu sudah sangat jelas manusia itu harus seperti apa dalam menjalani kehidupan yang ada. jika manusia menjalani sesuai dengan yang sudah tertera dalam Al-quran, hidup kita akan sangat teratur, sangat rapih, tenang, nyaman insyaAllah.
Dan di dalam Al-quran juga sudah tertera dengan sangat jelas kalau manusia menjalaninya akan mendapatkan seperti ini seperti ini. kalo melanggar nya, maka akan menjadi seperti itu dan seperti itu.
Dan di dalam Al-quran juga sudah tertera dengan sangat jelas kalau manusia menjalaninya akan mendapatkan seperti ini seperti ini. kalo melanggar nya, maka akan menjadi seperti itu dan seperti itu.
coba kita bayangkan jika Al-quran itu tidak bersifat buta? bisa memihak? hiyaaaaa bakalan ga karuan hidup ini bung! bakalan banyak penafsiran yang salah nantinya.
dilain sisi,kita pernah mikir ga,gimana nasib orang atau lembaga atau oknum yang ditugasi dalam membuat suatu hukum atao peraturan? gimana rasanya kalau peraturan itu kita sendiri yang membuat,dan kita sendiri juga yang harus menjalaninya.
coba deh pikir,gimana rasanya kalo bikin hukum itu pasti ada suatu hukum yang berat di jalaninya tapi mau ga mau emang harus dibikin seperti itu buat kebaikan bersama, padahal itu hukum yang berat itu kita yang bikin sendiri loh,dan mau ga mau kita juga harus naatinnya pas ngejalaninnya nanti.
dilema ga sih?semacem kaya jadi terbebani gitu.kaya:
"yaaah kenapa mesti gini sih,kan berat,jadi ga bisa begini-begini.ah gue yang bikin,gue juga yang bakal repot ngejalaninnya"
dilema ga sih?semacem kaya jadi terbebani gitu.kaya:
"yaaah kenapa mesti gini sih,kan berat,jadi ga bisa begini-begini.ah gue yang bikin,gue juga yang bakal repot ngejalaninnya"
nah,kalo si pembuat hukum itu egois pengen enak nya aja sendiri,bisa aja dia berfikir,
contoh peraturan dilarang menggunakan jeans saat rapat:
"ah ngapain sih ini di buat,gausah pake kaya gini deh,dari pada nanti gue ga bole jeans pas rapat"
contoh peraturan dilarang menggunakan jeans saat rapat:
"ah ngapain sih ini di buat,gausah pake kaya gini deh,dari pada nanti gue ga bole jeans pas rapat"
nah contoh sepele seperti itulah yang sering terjadi dilema dalam si pembuat hukum tersebut.
antara penolakan batin atao kemajuan bersma :)
terus apa kabarnya jika si pembuat hukum itu sendiri sedang malas atau jenuh atau tidak tegas atau tidak ikut menjalankan sesuai apa yang telah di tetapkan?
terus apa kabarnya jika si pembuat hukum itu sendiri sedang malas atau jenuh atau tidak tegas atau tidak ikut menjalankan sesuai apa yang telah di tetapkan?
kalo si pembuat dan penegak hukum sendirinya aja males,efeknya:
- orang-orang juga ikut-ikutan malas, soalnya sudah tidak ada tantangannya lagi kalau melanggar peraturan. toh kalo ngelanggar aja,si penegak hukumnya malas memberikan sanksi nya.
- efeknya roda dalam sebuah organisasi tersebut akan mati,berenti. ga ada lagi yang negasin harus seperti apa,seperti apanya. tidak ada sesuatu yang memaksa dia untuk tetap menjalani apa yang semestinya.
berat memang memposisikan diri sebagai pembuat hukum yang memang harus bisa mempertanggung jawabkan tentang apa yang telah di buat nya. berat memang jika peraturan itu sendiri yang kita buat, mau ga mau kita harus menjalaninya pula,harus bisa memberikan contoh yang baik atas apa yang telah kita buat. jangan malah melanggar mentang-mentang yang membuat peraturan itu adalah kita sendiri. harus bisa sebagai contoh yang baik selama menjalani peraturan yang telah di tetapkan.
yaaaa begitulah sedikit apa yang saya rasa saat ini.
jangan jadikan hukum ato peraturan itu sebagai beban. coba buka pemikiran kita lagi, lihat tujuan dan manfaat jika kita menjalani peraturan tersebut dengan baik sesuai jalurnya. kalau sudah tau manfaatnya, insyaAllah bakal lebih ikhlas ko ngejalani hukum nya..
kadang manusia itu lebih melihat hanya dari sebelah sisi doang.
sibuk melakukan penilaian-penilaian sepele yang sebenarnya tidak perlu diributkan.
hal-hal sepele yang melupakan kaidah penting dari tujuan sebenernya.
lupa akan makna besar yang tersirat dan lebih penting daripada sibuk melakukan penilaian-penilaian kecil.
kadang manusia itu lebih melihat hanya dari sebelah sisi doang.
sibuk melakukan penilaian-penilaian sepele yang sebenarnya tidak perlu diributkan.
hal-hal sepele yang melupakan kaidah penting dari tujuan sebenernya.
lupa akan makna besar yang tersirat dan lebih penting daripada sibuk melakukan penilaian-penilaian kecil.
kalo kata temen saya:
"ikutin aja peraturan yang ada,gausah neko-neko. insyaAllah aman. belajar nerimo. pasti baik ko tujuannya"
Seberat apapun masalahmu, seberat apapun kehidupanmu, tetaplah setia kepada kebenaran!
"menjadi orang baik itu benar, tetapi menjadi orang benar itu jauh lebih baik"
No comments:
Post a Comment